
Bengkulu – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Bengkulu mengikuti kegiatan Webinar Pengembangan Kompetensi ASN #1 dengan tema “Design Thinking untuk Inovasi yang Solutif”, yang dilaksanakan secara virtual pada Jumat, 13 Juni 2025. Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Kepala Kantor Wilayah, Machyudhie, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Nova Harneli, serta seluruh pegawai dilingkungan Kanwil Kemenkum Bengkulu
Webinar ini merupakan bagian dari program pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Hukum, khususnya dalam membangun budaya inovasi melalui pendekatan Design Thinking sebagai solusi adaptif terhadap dinamika dan tantangan zaman.
Webinar diawali dengan sambutan dari Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Andrieansjah, yang menekankan pentingnya inovasi sebagai DNA organisasi modern. Beliau menyampaikan bahwa Design Thinking merupakan pendekatan berpikir yang mampu mendorong terciptanya solusi inovatif dan berdampak, serta menjadi pondasi dalam membangun organisasi bertaraf internasional.
Acara dipandu oleh Putu Noving dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, dan menghadirkan narasumber utama Dr. Ir. Yunus Triyonggo, M.M., CAHRI, Chairman of Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Kompeten. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya agility (kelincahan) dalam organisasi untuk menjawab tantangan dan mempercepat inovasi.
Dr. Yunus juga memaparkan empat pilar utama dalam proses Design Thinking, yakni:
1. Empathise – Memahami secara mendalam permasalahan dan kebutuhan pengguna.
2. (Re)Frame – Menyusun ulang masalah dengan menggali akar penyebabnya.
3. Ideation – Menghasilkan berbagai ide solutif dari beragam perspektif.
4. Prototype & Testing – Mewujudkan ide menjadi bentuk nyata dan melakukan uji coba.
Lebih lanjut, beliau menyoroti pentingnya membangun budaya inovasi melalui perubahan pada aturan, kebiasaan, dan sikap kerja yang lebih kolaboratif, terbuka, serta responsif terhadap perubahan.

Webinar ini menegaskan bahwa Design Thinking bukan sekadar metode kerja, tetapi merupakan filosofi dalam menciptakan inovasi yang berdampak, dengan tahapan berpikir yang terstruktur: Why (discover) → How (design) → What (deliver).
Adapun sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Bengkulu berkomitmen untuk menyebarluaskan wawasan dan pemahaman mengenai Design Thinking kepada seluruh jajaran melalui pendekatan corporate university. Upaya ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya inovatif dalam lingkungan kerja serta memperkuat peran ASN sebagai agen perubahan dalam mendukung kemajuan organisasi. (HUMAS/ed.JE)


